Rabu, 14 Oktober 2026 Facebook Twitter Instagram YouTube
TERKINI
IklanIklan Kopi Nusantara
Ekonomi

Bandara Riyadh Ditutup hingga 17 Oktober Imbas Serangan Houthi, 53 Jemaah Umrah Sulsel Batal Berangkat

Oleh · 1 jam yang lalu · 0 komentar
bandara riyadh ditutup hingga 17 oktober

Jawaban singkat: Arab Saudi resmi memperpanjang penutupan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh hingga Sabtu (17/10/2026) menyusul dua serangan rudal Houthi akhir pekan lalu yang menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Notice to Airmen (NOTAM) menetapkan bandara tutup sampai pukul 21.00 GMT tanggal 17 Oktober — atau 04.00 WIB Minggu (18/10/2026). Dampaknya langsung terasa di Tanah Air: keberangkatan 53 calon jemaah umrah dari Sulawesi Selatan terpaksa ditunda di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Senin kemarin.

Keputusan perpanjangan diumumkan Senin (12/10/2026) oleh otoritas penerbangan sipil Arab Saudi (GACA). Dalam pernyataannya, GACA menyebut operasional bandara dihentikan sementara untuk memastikan penyelesaian prosedur keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas bandara sebelum dibuka kembali.

Ini adalah lanjutan dari eskalasi akhir pekan yang membuat harga minyak dunia melesat ke US$106,65 per barel pada Senin kemarin. Bandara King Khalid — bandara tersibuk kedua di Arab Saudi setelah Jeddah — kini masuk pekan kedua tanpa operasional komersial.

Kronologi Serangan Houthi ke Bandara Riyadh

Berikut rangkaian peristiwa yang membuat Riyadh lumpuh udaranya:

  • Sabtu, 10 Oktober 2026: Serangan rudal pertama menghantam kawasan Bandara Internasional King Khalid. Otoritas Saudi mencatat 13 orang tewas dan lebih dari 300 luka-luka — serangan paling mematikan di kerajaan itu dalam lebih dari satu dekade. Korban berasal dari berbagai negara, termasuk warga Bangladesh, Mesir, Yordania, Pakistan, Suriah, dan seorang warga AS.
  • Minggu, 11 Oktober 2026: Serangan susulan kembali terjadi — satu orang tewas dan belasan lainnya luka-luka. Bandara resmi ditutup dan pemeriksaan keamanan menyeluruh dimulai.
  • Senin, 12 Oktober 2026: Saudi mengeluarkan NOTAM baru yang memperpanjang penutupan hingga 17 Oktober. Data pelacak penerbangan menunjukkan pesawat-pesawat kini menghindari wilayah udara Riyadh, meski lalu lintas ke bandara-bandara lain seperti Jeddah tetap berjalan. Firma analitik penerbangan Cirium mencatat tingkat pembatalan di seluruh bandara Arab Saudi mencapai 46,4 persen.

Sejumlah maskapai internasional telah mengumumkan penyesuaian jadwal: Air India dan IndiGo menghentikan penerbangan ke Riyadh hingga 15 Oktober, Lufthansa hingga 16 Oktober, Air France bahkan hingga akhir Oktober, sementara Delta Air Lines menunda peluncuran rute Atlanta–Riyadh yang semula dijadwalkan Oktober ini hingga Maret 2027.

53 Jemaah Umrah Sulsel Tertahan di Bandara Makassar

Di Indonesia, dampak penutupan bandara Riyadh terasa langsung. Pada Senin (12/10/2026), Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar menjadi lokasi tertahannya 53 calon jemaah umrah asal Sulawesi Selatan — penerbangan sambungan mereka menuju Tanah Suci dibatalkan di tengah jalan.

Rombongan dari biro perjalanan PT Mudah Menuju Baitullah (MMB) itu sebenarnya sudah tiba di bandara sejak pukul 06.00 WITA untuk bersiap terbang pukul 10.00 WITA. Namun sekitar pukul 09.00 WITA, mereka menerima kabar penerbangan lanjutan Malaysia Airlines MH158 rute Kuala Lumpur–Madinah dibatalkan akibat situasi keamanan penerbangan di Arab Saudi.

Menurut pihak bandara, dari total 83 penumpang yang diagendakan dalam penerbangan MH846 rute Makassar–Kuala Lumpur, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan. Sisanya — 53 calon jemaah umrah — terpaksa menunda keberangkatan.

“Iya betul, ada jemaah tertahan dampak dari eskalasi politik di Saudi. Penerbangan dibatalkan karena faktor force majeure,” kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulsel, Ikbal Ismail, kepada media, Senin (12/10). Kanwil Kemenhaj Sulsel langsung menurunkan tim ke bandara untuk mendata para jemaah dan meminta pihak travel menenangkan mereka selama menunggu kepastian.

Salah satu jemaah, Abdul Rahman asal Maros, memimpin rombongan kecil berisi 20 orang — termasuk istrinya — yang ikut tertunda. Pihak bandara menegaskan bahwa akomodasi dan penjadwalan ulang (reschedule) keberangkatan para jemaah menjadi tanggung jawab maskapai bersama agen perjalanan terkait.

Bagaimana Nasib Penerbangan Indonesia ke Arab Saudi?

Kabar baiknya, penerbangan langsung Indonesia–Arab Saudi hingga kini masih beroperasi normal. Kementerian Perhubungan memastikan penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah serta penerbangan Saudia tetap berjalan, begitu pula rute Jakarta–Jeddah dan Jakarta–Madinah dari Bandara Soekarno-Hatta yang menjadi jalur utama jemaah umrah.

Yang terdampak adalah rute transit — seperti yang dialami 53 jemaah Sulsel kemarin. Penumpang dengan koneksi melalui Doha, Dubai, atau Kuala Lumpur disarankan memantau pengumuman resmi maskapai masing-masing dan mempertimbangkan penjadwalan ulang hingga situasi keamanan di Riyadh membaik.

KBRI Riyadh menyatakan belum ada WNI yang tercatat menjadi korban serangan, namun mengimbau seluruh warga Indonesia di Arab Saudi meningkatkan kewaspadaan dan menghindari area sekitar bandara.

Pertanyaan Umum Seputar Penutupan Bandara Riyadh

Sampai kapan Bandara Riyadh ditutup?

Berdasarkan NOTAM yang diterbitkan Senin (12/10/2026), Bandara Internasional King Khalid ditutup hingga pukul 21.00 GMT tanggal 17 Oktober 2026 — setara 04.00 WIB pada Minggu (18/10/2026). Perpanjangan lebih lanjut bergantung pada hasil pemeriksaan keamanan.

Mengapa bandara Riyadh ditutup?

Bandara ditutup setelah dua serangan rudal kelompok Houthi dari Yaman pada 10 dan 11 Oktober 2026 yang menewaskan 14 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Otoritas penerbangan sipil Saudi menyebut penutupan dilakukan untuk menyelesaikan prosedur keselamatan dan memastikan kesiapan operasional fasilitas bandara.

Berapa banyak jemaah umrah Indonesia yang terdampak?

Data sementara mencatat 53 calon jemaah umrah — semuanya berasal dari Sulawesi Selatan dan diberangkatkan biro PT Mudah Menuju Baitullah — yang gagal terbang dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (12/10/2026). Pemicunya: maskapai Malaysia Airlines membatalkan penerbangan Kuala Lumpur–Madinah yang menjadi rute lanjutan rombongan tersebut.

Apakah penerbangan langsung Indonesia–Arab Saudi masih jalan?

Ya. Kemenhub memastikan penerbangan langsung Garuda Indonesia dan Lion Air ke Jeddah serta penerbangan Saudia masih beroperasi normal. Yang terdampak adalah rute transit melalui Doha, Dubai, dan Kuala Lumpur.

Bagaimana nasib 53 jemaah umrah Sulsel yang tertahan?

Kanwil Kemenhaj Sulsel telah menurunkan tim untuk mendata para jemaah dan meminta pihak travel menenangkan mereka. Pihak bandara menegaskan akomodasi dan penjadwalan ulang keberangkatan menjadi tanggung jawab maskapai bersama agen perjalanan terkait.

IklanIklan SehatPlus
IklanIklan MotoGahar X150